Catatan Penting, Sebelum Hancur karena Trading
Trading memang bisa membuat kita cepat mendapatkan uang, Bahkan hanya dengan hitungan menit saja. kita sudah bisa mendapat keuntungan yang berlipat ganda.
Namun Trading juga bisa membuat uang atau modal kita habis dalam sekejap. Trading memiliki Resiko yang tinggi. "high Risk High return". Banyak yang mengatakan dari 100 orang yang mencoba. Yang berhasil hanya 10%nya saja. Sisanya gagal. Itu semua tergantung dari masing masing individu. Terkait soal ilmu, pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki.
Namun demikian bukan berarti kita pesimis setelah mengalami kegagalan kemudian tutup buku atau malah justru menyalahkan diluar dari diri kita, bisa jadi diri kita yang bersalah. Tidak mau menyadari dan mengevakuasi yang telah terjadi. Seharusnya, setelah mengalami kegagalan mengavaluasi, dan beroptimis suatu hari nanti pasti dikumpulan. Yang 10% berhasil itu.
Semua yang master tentu berawal dari seorang pemula. Namun tidak semua pemula bisa menjadi master. Seorang master tentu mereka sangat gigih, konsitensi dengan kemauan belajar yang tinggi. Ketika salah selalu mengevaluasi ketika benar bersyukur. Sudah memiliki jam terbang tinggi. Namun pertanyaannya. Kuatkah kita melewati sebuah proses yang kadang menyakitkan itu ?
Jika kita ingin terus bertahan didunia trading agar suatu saat bisa sukses. Bisa ini itu, beli ini itu dan sebagainya tanpa memikirkan sebuah harga lagi. Bisa bekerja dimana pun berada. Tanpa terikat oleh waktu. Setidaknya, LPG tetap menyala dan listrik tidak selalu seperti alarm bom yang meresahkan dan kuota internet tetap bisa terbeli. Alangkah baiknya, untuk menghindari hal yang tidak kita inginkan selama berproses. Mengenai apa yang kita kerjakan "Trading" itu sendiri.
Sebaiknya, kita mengetahui secara mendalam dan menyeluruh. Tidak hanya satu sudut pandang mengenai " Trading" itu sendiri. Apa sejatinya Trading ? Dan bagaimana langkah- langkah yang harus atau seharusnya kita lakukan. Sebelum terjun ke dunia Trading atau membuka "real akun". Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.
Sebab, banyak diluaran sana yang merugi ratusan, jutaan, bahkan miliaran. Bisa dicek di google maupun YouTube terkait dengan kegagalan dalam dunia Trading. Dan, Tidak selamanya kita gagal atau hancur baru menyadari tentang kesalahan yang telah kita perbuat. Kemudian kita berhalu; " andai tidak All in waktu itu !"
Penyebab kegagalan seorang trader pemula atau yang lama yang sering depo konsisten seperti penulis ini misalnya. Tidak lain tidak bukan adalah kurangnya pengetahuan, keilmuan dan pemahaman mengenai apa yang dikerjakannya (trading).
Memang "pengalaman adalah guru terbaik", namun alangkah baiknya jika pengalaman itu hasil dari pengalaman selama proses belajar. Bukan pengalaman pahit dari hasil trading yang tanpa bekal dan pengetahuan yang cukup. Tanpa mengetahui hal-hal dasar sampai terperinci berkaitan dengan aktivitas trading itu sendiri.
Jika, kita masih sendiri saat kegagalan menerka. Paling yang sengsara hanyalah diri kita sendiri tidak berefek kepada diluar dari diri kita. Berbeda dengan yang sudah berumah tangga. Secara langsung maupun tidak langsung, Tentu ini berdampak pada keluarga yang bisa saja berakibat fatal didalam keutuhan rumah tangga.
Trading bukan segampang yang kita lihat dimedia, Trading bukan segampang "buy or Sell". Trading bukan gambling yang berpangku tangan. Atau tebak tebakan semata. Namun Trading memiliki caranya sendiri untuk berada di dalamnya.
Aktivitas Trading memiliki caranya sendiri, untuk berada di sana. Trading memiliki segudang keilmuan. Kita tidak dapat masuk tanpa mengetahui hal-hal mengenai Trading itu sendiri. Ibarat kita ingin menjadi pemain sepak bola. Namun, kita tidak pernah belajar menendang dsb. kita tidak tahu apakah kita ini penyerang, kiper atau streker. Asal masuk lapangan saja, Tentu ini sangat berakibat fatal didalam sebuah lapangan yang ada hanyalah kebingungan tidak tahu kemana harus berlari dan misal dapat bola asal menendang saja.
Sama halnya dunia Trading. Ada tipe sniper Scalping, Swing, investor dan sebagainya. Harus mengetahui kapan buka posisi dan kapan harus keluar posisi. Seperti seorang pemain sepak bola kapan bola itu ditendang keras dan kapan ditendang pelan. Tentu harus paham dan mengerti, soal itu.
"Dan tidak ada keberhasilan, tanpa usaha dan kerja keras. Tanpa kegigihan dan konsistensi semua tidak akan berarti.
Kita harus memahami(...).
Komentar
Posting Komentar